Hanya ingin berbagi pengalaman mengenai bagaimana mengatasi pertanyaan saat Anda melakukan wawancara kerja. Penulis merangkum beberapa tips dan trik sebelum melakukan wawancara kerja ataupun ketika sedang berada dikursi panas tersebut dengan dihujam beberapa pertanyaan yang membuat Anda terkadang kikuk, mulut tertutup, pikiran kalut dan kadang muncul perasaan ciut ketika dihadapkan dengan tatapan mata seorang HRD (Human Resource Department) kantor yang terlihat sangat pintar dan tahu banyak hal tentang diri Anda. Hal-hal seperti inilah yang mesti diminimalisir bahkan kalau bisa dibuang jauh-jauh karena akan merusak karier Anda ke depannya. Tipsnya adalah tetap tenang dan fokus pada niat awal Anda untuk bekerja dan triknya akan penulis paparkan dibawah ini.
So, bagaimana mengatasi beberapa masalah di atas...? Apa trik jitunya...?
Wawancara kerja atau lebih familiar dengan sebutan Job Interview ialah sebuah dialog antara pewawancara (interviewer) dan yang diwawancara (interviewee), yang mana dalam dialog ini interviewer memandu percakapan dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada interviewee untuk melakukan test atau melakukan evaluasi serta mengidentifikasi kepribadian, kemampuan dan keseriusan para pelamar (Job Seekers). Maka dari itu pertanyaan dalam sesi interview ini tidak akan lepas dari ketiga masalah yang telah disebutkan.
Sehingga bisa kita ambil kesimpulan apa saja pertanyaan yang akan dilontarkan pihak HRD, manajer ataupun pihak terkait di tempat yang kita dambakan untuk bisa bekerja di sana. Dan inilah beberapa pertanyaan yang biasanya sering dijadikan andalan pihak kantor untuk membuat pelamar panas dingin dalam menjawab.
1. Tell me about yourself! atau identification yourself!
Dalam bahasa Indonesia kita bisa mengartikan "ceritakan pada saya tentang diri Anda". Pertanyaan yang sederhana, namun kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh para interviewee dalam hal ini. Mereka sering menjawab pertanyaan ini dengan menyebutkan kembali tentang nama, alamat, umur dan segala macam tentang dirinya yang justru itu merupakan jawaban yang failure (gagal). Anda harus lebih bijak memandang dan mencerna pertanyaan, biodata Anda tentunya sudah Anda cantumkan dengan lengkap dalam CV (Curriculum Vitae) dan biasanya ketika wawancara berlangsung. CV Anda sedang berada di tangan interviewer, jadi tidak perlu lagi untuk menyebutkannya. Lalu apa jawaban terbaik atas pertanyaan ini? Jawaban terbaik untuk menjawab pertanyaan diatas adalah ceritakan tentang kepribadian Anda, sistem kerja Anda dan bagaimana trik-trik Anda ketika menghadapi masalah serta mencari solusinya.
Contoh: Saya adalah seorang yang supel dan dapat bekerja sendiri maupun secara tim, saya menguasai beberapa aplikasi komputer diantaranya Ms. Word, Ms. Excel dan Ms. Powerpoint. Saya juga termasuk orang yang periang dan bisa bekerja dalam tekanan.
2. What are you strengths/weaknesses?
"Ceritakan tentang kelebihan dan kelemahan Anda?"
Pertanyaan ini cukup membuat interviewee bingung, karena menilai diri sendiri itu adalah hal yang cukup sulit dilakukan. Bercerita jujur namun kadang bisa dianggap berlebihan sehingga dianggap sombong, namun menjawab secara merendah juga bisa mengurangi poin dan bisa berakibat interviewer berpikir ulang untuk menerima Anda.
Namun Anda bisa mensiasati pertanyaan ini dengan jawaban yang mewakili kedua poin pertanyaan diatas.
Contoh: Kelemahan saya adalah ketika saya bekerja saya bisa lupa waktu hanya untuk menyelesaikan pekerjaan dan saya belum mau berhenti ketika saya masih bisa mengerjakan.
3. Why do you want this job?
"Mengapa Anda menginginkan pekerjaan ini?" atau "Mengapa Anda melamar kerja di sini?"
Jawaban dari pertanyaan ini bisa saja sangat sederhana, contohnya "karena saya sedang mencari pekerjaan dan perusahaan ini sedang ada lowongan, sebab itulah saya melamar kerja di sini." Namun Anda bisa menilai sendiri kualitas dari jawaban tadi. Lalu apa jawaban yang sebenarnya diinginkan oleh pihak Interviewer, mungkin penulis bisa memberi salah satu contoh jawaban yang bisa meyakinkan bahwa Anda serius untuk bekerja.
Contoh: "Saya selalu berharap untuk bisa bekerja di perusahaan/instansi ini, karena saya menyukai produk dari perusahaan ini. Adalah sebuah kesempatan emas ketika saya bisa berkontribusi untuk mengembangkan perusahaan ini."
Lalu biasanya akan ada pertanyaan yang menggelitik "Baiklah kalau seperti itu, Anda akan senang bekerja di sini tanpa di gaji." Anda bisa menjawab "Saya mencari penghasilan dengan bekerja di perusahaan yang bisa memberikan saya kesenangan dan membuat saya merasa betah serta enjoy dalam bekerja."
4. What should we hire you?
"Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?" atau "Apa yang Anda bisa lakukan untuk membantu perusahaan atau instansi ini?"
Jawaban dari pertanyaan ini akan sangat beragam, sesuai pada bidang perusahaan yang bersangkutan dan juga tergantung pada keahlian yang dimiliki oleh pelamar. Pertanyaan ini kadang menjebak Anda, karena pihak perusahaan ingin mengetahui keseriusan Anda untuk bergabung dengan institusinya dan akan menuntut Anda untuk membuktikannya ketika Anda telah diterima (accepted). Jawaban yang tepat menurut penulis untuk menjawab pertanyaan ini adalah kembali kepada niat awal dari pelamar dan juga keahlian pelamar. Maka pertanyaan ini penulis rasa tidak akan menyulitkan, namun sebaliknya jika pelamar tidak memiliki keahlian atau keahliannya tidak sesuai. Mungkin disinilah Anda dituntut untuk tetap bisa meyakinkan calon Bos baru Anda, maka penulis coba memberikan contoh jawabannya.
Contoh:
Interviewer :
"Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?"
Interviewee :
"Kenapa tidak, saya masih muda/berpengalaman dan saya masih bisa belajar mengenai job desk diperusahaan ini dan itu bisa menjadi sebuah nilai tambah, saya juga bisa kerja keras dan fleksibel dalam membantu menyelesaikan proyek-proyek diperusahaan ini. Saya akan coba berinovasi dengan inisiatif saya untuk terus memajukan perusahaan."
That`s all, itulah empat jawaban dari empat pertanyaan yang sering muncul dalam sesi job interview yang penulis anggap suka membingungkan interviewee berdasarkan pengalaman penulis sebagai interviewer dalam beberapa kesempatan. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat, penulis sangat mengharapkan komentar, kritik dan saran yang konstruktif untuk tulisan yang lebih baik ke depannya.
Terimakasih...
